Welcome to Nature 1 Gunung Hutan: Gunung Guntur

 

Pada tanggal 24 November 2017, kami rombongan Welcome to Nature (WTN) divisi gunung hutan Kamuka Parwata FTUI tampak sudah siap untuk berangkat ke Kabupaten Garut, Jawa Barat, tepatnya di Kecamatan Tarogong Kaler, kaki Gunung Guntur. Rombongan yang diketuai oleh Dimas Nur Mauladi (mahasiswa baru angkatan 2017) sudah dapat meyakinkan bahwa rombongannya sudah siap untuk berangkat malam itu pada pukul 20.00 WIB setelah dilaksanakannya pelepasan di Taman Seni FTUI. Dengan jumlah peserta rombongan 12 orang, tepat pada pukul 21.00 WIB kami berangkat menggunakan sebuah truk tronton Brimob yang telah dipesan dari 2 hari sebelum hari keberangkatan.

Tidak menghiraukan jauhnya perjalanan dari Kota Depok ke Kabupaten Garut, kami selama perjalanan dapat beristirahat dan bersenda gurau di dalam bak tronton. Lebih kurang waktu perjalanan yang kami tempuh itu 6 jam, pada pukul 03.00 WIB kami dapat merasakan sejuknya udara di Kecamatan Tarogong Kaler Kabupaten Garut, Jawa Barat. Pada saat itu kami langsung mencari tempat untuk beristirahat dan mencari santapan yang dapat menghangatkan tubuh.

Di pagi hari pada tanggal 25 November 2017, matahari yang menghangati dapat kami rasakan dan kami segera bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanan menuju puncak Guntur yang berada di ketinggian 2.249 meter dpl (diatas permukaan laut). Pagi itu, kami memasak terlebih dahulu untuk sarapan bersama-sama, lalu melakukan pemanasan tubuh dengan melakukan pergerakan statis. Di lanjutkan dengan doa bersama, lalu yelyel KAPA, dan tidak lupa kami foto bersama sebelum keberangkatan.

Rombongan WTN gunung hutan yang diketuai oleh Dimas menghadapi medan tanjakan yang cukup curam pada pendakian Gunung Guntur dan ketika ditengah pendakian awan berada sangat dekat dan gelap. Kami segera menyiapkan perlindungan ketika hujan dengan menggunakan ponco atau jas hujan yang telah kami siapkan masing-masing. Kami terus berjalan hingga melewati 3 pos yang berbeda suasana alamnya dan pada pos ke 3 kami memutuskan untuk berkemah dan menggelar tenda untuk peristirahatan sebelum menuju puncak ketika sunrise(matahari pagi).

Pada hari ketiga, tepatnya tanggal 26 November 2017, pagi itu masih sangat gelap. Kami sudah harus bersiap-siap untuk melanjutkan pendakian menuju puncak Gunung Guntur yang sudah dibayang-bayangkan betapa indahnya pemandangan ketika berada diatas ketinggian 2.949 mdpl. 1 jam berlalu untuk packing barang dan menyiapkan bekal makanan untuk ke puncak gunung. Pada pukul 04.00 WIB, kami berangkat menuju puncak gunung dengan medan berpasir (kerikil kecil) yang kemiringannya sampai 45 derajat. Medan tersebut membuat rombongan kami kewalahan dan sangat menguras tenaga dan waktu, dikarenakan medan ketika dinaiki akan selalu meluncur kebawah seolah-olah tidak ada habisnya.

Dan ternyata, diluar estimasi waktu yang telah kami perkirakan, kami tidak dapat menyinggapi puncak ketika matahari pagi muncul menyinari permukaan bumi. Kami dapat menikmati momen itu dengan beristirahat di tengah perjalanan, dan mengambil beberapa gambar dengan kamera yang telah disiapkan oleh tim dokumentasi rombongan. Pada kurang lebih pukul 07.00 WIB kami dapat merasakan berada pada ketinggian puncak Gunung Guntur yang sangat berangin ketika itu dan sangat dingin. Kami dapat bersenda gurau dan berfoto-foto sangat banyak ketika berada di puncak gunung. Tentunya, kami tidak lupa untuk bersyukur kepada Yang Maha Kuasa atas semua nikmat yang Ia berikan.

 

By: M. Taufiq Ashar (NR 1532)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *