WTN 1 CAVING: BUNIAYU 2017

Pada minggu kedua WTN, divisi caving melaksanakan penjelajahan-nya menuju Goa Buniayu, Sukabumi. Perjalanan operasional dilaksanakan di hari kamis malam hingga sabtu malam, dikarenakan hari Jumat yang libur. 19 Peserta bersiap-siap berangkat di hari itu, dengan berbekal latihan fisik dan materi kelas, kami membawa ransel di pundak dan menyimpannya di bagasi mobil. Perjalanan kami dimulai dengan membuat lingkaran kecil yang diiringi dengan hentakan kaki dan teriakan “satu dua tiga kapa”.

Kami tiba di basecamp saat matahari telah terbit. Banyaknya kendala dan rintangan tak terduga saat perjalanan tak membuat semangat kami luntur. Segera kami masak sarapan pagi dan istirahat hingga pukul 12.00 WIB. Setelah Sholat Jumat, shift 1 segera makan siang dan pemanasan. Dengan memakai coverall dan helm di kepala, kami melangkah menuju mulut goa. Di dalam goa sangat gelap karena cahaya yang sangat minim, kamipun menelusuri goa selangkah demi selangkah. Berbagai kubangan lumpur dan celah sempit kami lewati bersama hingga mencapai ujung goa. Pada akhirnya kami kembali menuju pintu goa karena jalan buntu yang kami dapati, namun itu tidak menggetarkan mental kami untuk tetap meng-eksplor keindahan ciptaan Tuhan yang eksotis ini.

Karena keterbatasan waktu, kami meningkatkan limit deteksi dalam gelap. Pada akhirnya team leader kami berhasil menemukan lubang tembus. Kami semua sangat gembira saat bisa melihat cahaya mentari di sore hari. Sebagai tim yang solid, kami saling membantu untuk keluar dari celah sempit goa ini dan pada akhirnya kami berjumpa kembali dengan rekan-rekan shift 2.

Seusai tim shift 2 melakukan penjelajahan, waktu telah menunjukkan pukul 12 malam. Kami semua melakukan evaluasi dan briefing singkat, lalu istirahat. Di pagi hari, kami mendengar nyanyian lagu yang sangat merdu hingga dengan sekejap kami semua bangun dari mimpi. Seusai packing dan pamit, kami meluncur menuju Air Terjun Bibijilan. Semua beban luntur bersama derasnya air curug, hingga kami tak sadar hari telah siang. Kemudian kami istirahat sambil menyantap semangkuk bakso. Setelah itu, kami berangkat kembali menuju fakultas tercinta, dan mencuci peralatan operasional. Suatu saat kami akan kembali ke Buniayu karena kami meninggalkan sesuatu yang berharga, yaitu kenangan yang sangat indah.

Cerita : NR 1534

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *