Welcome to Nature 2 Gunung Hutan, Gunung Papandhayan

(Imam Abdillah Ma’sud NR 1484)

WTN 2 GH dilaksanakan pada tanggal 11-13 Februari 2017, dengan tujuan ke Gunung Papandayan. Perjalanan kami beranggotakan 15 orang, 10 orang laki – laki dan 5 orang perempuan. Kami berangkat dari Fakultas Teknik UI menggunakan dua angkot yang kami sewa dari Terminal Kampung Rambutan. Kami berangkat menuju Garut pada malam hari dan sampai di pintu masuk menjelang terbitnya matahari. Setelah sampai di basecamp, kami langsung menyiapkan sarapan. Setelah itu, kami melakukan pemanasan sebelum melakukan pendakian menuju camping ground di tempat yang bernama Pondok Saladah. Sesampainya di Pondok Saladah, kami langsung mendirikan tenda. Kami istirahat sampai keesokan harinya karena pada sore hari itu kabut masih tebal, sehingga kami tidak bisa lanjut mendaki ke Tegal Alun. Saat sore tiba, kami mulai meyiapkan makanan untuk makan malam dan bercengkerama.
Setelah kami selesai makan dan hari mulai gelap, ada hal yang membuat kami antara tertawa, takut, dan terkejut. Kami melihat dua ekor babi hutan yang besarnya mungkin hampir sama dengan anak sapi atau kerbau, sangat besar. Babi hutan itu menyerang tenda seberang dikarenakan sisa makanan dan persediaan makanan dalam carrier yang dibiarkan saja di dekat pohon. Sedikit panik, kami langsung mengeluarkan semua persediaan makanan dan menggantungkannya di pohon agak tinggi agar tidak diserang oleh babi hutan tersebut. Namun, salah satu dari kami ada yang lupa untuk menempatkan persediaan beras di atas pohon tersebut. Sekitar pukul 01.00, kami dibangunkan oleh penjaga karena ternyata tenda kami baru saja diserang oleh babi hutan! Kami seketika terkejut dan ketakutan. Kami langsung mengubur sisa-sisa beras yang berserakan dan melanjutkan tidur. Untung saja tidak ada yang rusak dari tenda kami.
Keesokan harinya, kami mendaki menuju Tegal Alun, yang merupakan padang edelweiss yang sangat cantik. Setelah dari Tegal Alun, kami kembali ke tenda untuk beres-beres dan bersiap untuk pulang. Pada perjalanan pulang, kami tertidur karena masih kelelahan setelah mendaki. Sesampainya di Depok, kami mencuci semua alat yang kami pakai lalu bersiap pulang ke rumah masing-masing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *