Sejarah KAPA FTUI

Sekitar tahun 1967, aktivitas di kampus penuh gejolak. Hal ini erat hubungannya dengan kegiatan politik pada saat itu dimana secara keseluruhan terasa adanya tendensi kevakuman dari kegiatan murni kemahasiswaan.

Berangkat dari sana, sekelompok mahasiswa mencari jalan lain diluar bidang politik untuk menghidupkan gairah baru dalam dunia kemahasiswaan. Maka itu didiirikanlah YEXASTUFA (Yellow Xappa Student Family) yang memiliki arti keluarga mahasiswa teknik jaket kuning dengan programnya meliputi bidang pendidikan dan rekreasi.

Yexastufa terbuka bagi seluruh mahasiswa UI, meskipun tokoh pencetusnya adalah mahasiswa FTUI. Pada masa itu juga telah hadir lebih dahulu kelompok sejenis yang didirikan pada tahun 1962 di Fakultas MIPA, khususnya bagi jurusan Geografi dengan sebutan “GMC” atau Geografi Mountaineering Club yang menjadi klub tertua di Universitas Indonesia sendiri.

Pada tahun 1964 di Fakultas Sastra Universitas Indonesia yaitu “MAPALA PRADNYA PARAMITHA” dengan pendirinya yang terkenal yakni “SOE HOK-GIE” dan setelahnya diikuti oleh bermunculnya juga kelompok-kelompok yang sama di fakultas lain, sehingga sebelum era tahun 1970 setidaknya tercatat ada delapan organisasi di bidang kegiatan alam bebas telah lahir dan berkembang di Universitas Indonesia.

Berangkat dari kedekatan Soe Hok Gie dengan YEXASTUFA dan IMPALA dari Psikologi, pada tahun 1970 mulai tercetus untuk didirikan MAPALA UI sebagai hasil peleburan dari beberapa klub pencinta alam di UI, antara lain IMPALA FPsi, MAPALA PRADNYA PARAMITA FSUI, CATAC FEUI, CAT FKUI, serta kelompok-kelompok kecil di FISIP UI, FH UI, dan FMIPA UI. Peleburan semua organisasi tersebut dihimpun dan diinisiatifkan oleh salah satunya YEXASTUFA dalam suatu kegiatan yang dinamakan JAMBORE UI – I.

Setelah berdirinya MAPALA UI praktis semua organisasi kegiatan alam bebas yang telah berdiri di Universitas Indonesia sebelumnya vakum, termasuk YEXASTUFA, untuk kemudian mengusung nama MAPALA UI sebagai satu-satunya wadah kegiatan alam bebas di tingkat universitas.

Dalam perkembangannya, karena ketidaksinkronan jadwal perkuliahan dimana Fakultas Teknik masih dalam proses penyesuaian dengan sistem perkuliahan yang baru dengan fakultas-fakultas lainnya yang sistem perkuliahannya telah stabil sebelumnya, maka praktis mahasiswa FTUI tidak banyak berperan dalam wadah yang baru terbentuk ini.

Selain itu masalah administrasi dan birokrasi yang kurang harmonis menyebabkan mahasiswa FTUI mencari alternatif lain untuk mengaspirasi kebutuhan mereka di bidang kecinta-alaman. Dari pertemuan dengan beberapa tokoh YEXASTUFA, antara lain Djoko Hartono, Pinten, Sinta Pasaribu, Jos Lukuhay, Tumbur Tobing, Ide S.R., John Igig, Sunarya, Armand Djohan dengan mahasiswa FTUI yang lebih muda di rumah Martin Djamin , disepakati bahwa FTUI memerlukan suatu wadah kegiatan cinta alam yang dapat menyalurkan minat dan hobi mahasiswanya sesuai dengan kondisi FTUI saat itu.

Tanggal 18 Oktober 1972 lahirlah Kamuka Parwata Fakultas Teknik Universitas Indonesia, yang kemudian disebut KAPA FTUI, sebagai klub pencinta alam di lingkungan FTUI dan berada di dalam Ikatan Keluarga Mahasiswa FTUI. KAMUKA PARWATA berasal dari bahasa Sansekerta, KAMUKA berarti jatuh cinta dan PARWATA berarti gunung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *