PRAOPS 1 GH: GUNUNG KENCANA

13 April 2018, Rombongan Pra Operasional 1 Gunung Hutan berangkat menuju Gunung Kencana, Bogor, Jawa Barat. Beranggotankan 17 orang, kami berangkat menggunakan kereta dan angkot selama 3 jam.

Jalur bebatuan di sepanjang jalan membuat merasa lelah. Pada akhirnya, kami beristirahat di sebuah pendopo di samping jalan. Beristirahat di tempat terbuka dan tidur sambil memandangi bintang di langit membuat rasa lelah yang kami rasakan hilang seketika.

Pagi hari, kami mempraktekan materi yaitu menentukan koordinat posisi kami berada. Hal itu kami lakukan dengan cara memperhatikan medan sekitar dan mengingat jalan yang telah dilewati. Setelah itu, kami melanjutkan perjalanan menuju LC. Sepanjang perjalanan kami melakukan plotting peta dan mata kami dimanjakan oleh pemandangan perbukitan kebun teh yang luas.

Materi selanjutnya yang kami praktekan setelah di LC adalah resection, yaitu menentukan posisi kami berada di peta dengan menggunakan 2 atau lebih medan. Materi tersebut kami praktekan di daerah kebun teh sekitaran LC.

Setelah itu kami pun membuat bivak. Mungkin ini kedua kalinya kami membuat bivak. Bivak yang kami buat berada di antara pohon-pohon teh dan mungkin ini bivak terbaik yang telah kami buat. Saat bivak selesai dibuat, hujan langsung mengguyur kami. Kami pun langsung berkumpul di tenda yang telah dibuat. Di bawah tenda, kami asik bercerita diiringi suara rintik hujan.

Pagi harinya, kami berfoto Bersama dengan ciri khas foto GH. Setelah itu, kami mempraktekan materi yaitu intersection. Intersection adalah menentukan posisi benda di peta dengan menggunakan dua atau lebih tanda medan yang dikenali dilapangan. Saat itu, benda yang kami intersection adalah rumah warga. Setelah melakukan intersection, kami pun melanjutkan perjalanan menuju desa Cikoneng.

Saat perjalanan turun, kami melakukan plotting jalan yang berbeda dengan saat berangkat. Kami melewati perkebunan teh yang terbentang luas. Dan tak lama, kami pun sampai di desa cikoneng. Di sana kami melakukan sosiologi pedesaan dengan cara mengobrol dengan warga sekitar. Warga sekitar amat ramah dengan kehadiran pendatang seperti kami. Sembari mengobrol, kami menikmati udara desa yang sejuk tanpa ada polusi. Setelah sosped, kami pun melakukan perjalanan turun menggunakan jalur yang sama ke Kota Depok.

 

 

 

Cerita ditulis oleh Giri Subakti Putra D (NR 1527)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *