Pra Operasional 1 Rock Climbing, Tebing Ciampea

Oleh: Zakaria Hafiz/NR 1508

Untuk menyiapkan para anggota baru KAPA FTUI agar siap mengikuti Musim Pengembaraan maka diadakan pelatihan, salah satunya yaitu Praops  1 RC. Kegiatan praops kali ini diadakan di Tebing Ciampea, Bogor. Banyak hal yang terjadi sebelum, saat, maupun sesudah praops kali ini. Perjalanan ke Tebing Ciampea ini sebisa mungkin miminimalisir budget yang keluar, maka dari itu perjalanan ke tebing dilakukan dengan dua jenis kendaraan, yaitu motor dan mobil.

Pada waktu itu kami berangkat pada malam hari. Singkat cerita, kami sampai di rumah Andika untuk beristirahat sejenak sebelum keesokan harinya lanjut ke Tebing Ciampea. Ada insiden unik sebelum berangkat dari rumah Andika ke Tebing Ciampea. Ketika sudah mau berangkat ke Tebing Ciampea ternyata ban mobil Andika kempes, sehingga kami harus mencari akal agar kegiatan terus berjalan sesuai skenario yang telah direncanakan. Maka  barang yang kami perlukan untuk memanjat dipisahkan lalu diletakkan di satu carrier untuk dibawa seperlunya agar dapat dipasang terlebih dahulu oleh tim advance sebelum semua anggota datang. Setelah semua barang dimasukkan ke carrier, saya, Fauzan, Husein, dan Hanif segera naik motor dan langsung pergi menuju lokasi pemanjatan yaitu Tebing Ciampea. Sesampainya di Tebing Ciampea kami langsung ke gubuk untuk beristirahat sejenak sebelum memasang alat di tebing.

Pertama-tama, Husein dan Fauzan mengecek tebingnya untuk melihat jalur mana yang bisa dipakai karena saat itu ternyata ada anggota TNI yang sedang latihan dan kemungkinan akan mengambil jalur yang sama. Ternyata jalur tebing dapat digunakan sesuai keinginginan kita. Singkat cerita, semua proses persiapan telah selesai.

 Sekarang waktunya memanjat. Pemanjat pertama adalah Husein, yang melakukan sport climbing. Semua berjalan lancar dan Husein berhasil membuat pengaman di jalurnya. Ia pun sampai di top. Pemanjat kedua pun mendapat giliran, namun pemanjat kedua tidak harus memasang pengaman melainkan mencabut pengaman dari jalurnya. Pemanjat ketiga adalah Hanif. Ia melakukan hal yang sama dengan Husein. Tidak hanya memanjat, ada beberapa teknik lainnya yang dipraktikan, yaitu triple rope cleaning dan multi pitch belaying.

Waktu sudah hampir gelap, sehingga semua kegiatan memanjat dihentikan. Namun ternyata belum semua peserta mendapat giliran memanjat. Oleh sebab itu, kepala rombongan kami memutuskan untuk melanjutkan pemanjatan keesokan harinya. Di malam hari yang dingin di Bogor, kami pun memasak untuk mengisi kembali tenaga kami agar siap untuk melanjutkan pemanjatan di keesokan harinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *