Pra Operasional 1 Caving, Goa Ciduren

Pra-Ops Pertama: Langkah Pertama Menuju Divisi Kami

 

“1, 2, 3…KAPA!”

Teriak kami semua pada kata yang menyuarakan diri kami. Karom kami, Kemal (NR 1486), baru saja memimpin yel-yel KAPA yang menandakan selesainya upacara pelepasan Pra-Ops 1 bersama dengan divisi Gunung Hutan. Setelah bersalam-salaman dan mengucapkan sampai jumpa dengan semua peserta upacara, tiap divisi berangkat ke arah masing-masing. Selagi saya dan sebagian besar peserta Pra-Ops 1 Caving lainnya mengurus persiapan untuk berangkat menggunakan angkot yang telah kami sewa untuk mengantar kami ke tempat tujuan dan juga menjemput kami pada hari Minggu lusa, ada dua peserta dari rombongan kami yang sudah siap berangkat untuk menjadi advance team, yaitu Husein Ammar (NR 1472) dan Gilang Novrizal (K-318-15), untuk mengurus perizinan untuk penelusuran goa dan menginap di rumah salah satu warga setempat. Setelah semua persiapan angkot telah diurus dan barang-barang sudah tersusun rapih, kami pun mulai perjalanan kami menuju Desa Tajur, Kec. Citeureup, Bogor, dimana Goa Ciduren menunggu kedatangan rombongan kami.

Perjalanan kami dengan angkot lebih lancar dari yang kami perkirakan. Perjalanan kami dari kampus UI ke Desa Tajur hanya memakan waktu selama kurang lebih 1,5 jam karena jalanan tengah malam yang sepi. Selagi kita masih dijalan, tim advance sedang bermain di sekret PA setempat yaitu Linggih Alam sekaligus mengurus perizinan untuk menelusuri Goa Ciduren. Sesampai di Leuwikaret, kami langsung menuju rumah Pak Eman, seorang warga setempat yang memang sudah biasa menerima para pecinta alam yang berniat untuk menelusuri goa-goa karst Tajur di sana. Kita mulai beres-beres, menyusun carrier dan tas kami di rumah panggung sederhana itu, dan juga memasang hammock sebagai tenpat tidur tambahan. Setelah kami mengadakan rapat evaluasi dari jam 01.00 kurang sampai jam 02.00 pagi, kami tidur dengan nyenyak.

Keesokan harinya, kami segera bangun dan siap-siap mengawali hari kami dengan sarapan dan salat subuh. Setelah itu, kami mulai berjalan dan memindahkan barang bawaan kami ke Goa Ciduren. Kami men-set up basecamp kami kira-kira 15 m dari mulut goa. Tidak lama setelah itu, kami mulai mempraktikan materi yang telah kami pelajari sebelumnya yaitu materi rigging atau teknik pemasangan lintasan. Pemasangan lintasan ini memakan waktu yang cukup lama, sehingga penelusuran baru dimulai sekitar pukul 13:00 WIB. Penelusuran goa dibagi menjadi dua shift dikarenakan keterbatasan jumlah alat.

Selain materi rigging, peserta juga menerapkan materi ascending dan descending menggunakan single rope technique, berhubung Goa Ciduren merupakan goa vertikal. Untuk mencegah adanya friksi antara tali dan dinding goa, peserta juga mempraktikan materi intermediet dan deviasi. Selama menelusuri goa, peserta juga melakukan mapping menggunakan peralatan yang sudah dibawa di dalam drybag.

Penelusuran goa berakhir sekitar pukul 3:00 dini hari. Peserta yang mengikuti shift kedua segera beristirahat di basecamp yang telah kami siapkan sebelumnya. Pada pagi hari, kami semua bangun dan bersiap untuk pulang. Sebelum pulang, kami sempat melakukan rapat evaluasi sembari menunggu datangnya angkutan yang menjemput kami. Kami baru sampai kembali di kampus UI pada sore hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *