Mendiami Pulau Terpadat di Dunia, Sejahtera kah Mereka?

Musim Pengembaraan Lingkungan Hidup 2015

Pulau Panggang 3- 7 Juli 2015

Tahukah Anda bahwa pulau terpadat di dunia berada di Indonesia? Siapa mengira kalau Pulau Panggang menjadi pulau terpadat di dunia dengan penduduknya yang mencapai 6041 jiwa (April 2015) namun hanya mendiami 12 Ha luas wilayah. Hal ini menunjukkan kepadtan penduduk di Pulau Panggang mencapai 500jiwa/hektar sedangkan normalnya kepadatan penduduk adalam 40 jiwa/hektar.

Dengan kondisi demikian sudah tentu kita bertanya- tanya bagaimana mereka bisa betah tinggal di lingkungan padat. Tetap mendiami Pulau Panggang bukan berarti bebas dari masalah, mulai dari ekonomi, kesehatan, pendidikan sampai sosial. 53 % masyarakat Pulau Panggang menggantungkan hidupnya dari hasil laut dengan menjadi nelayan, 20.3 % sebagai karyawan swasta dan pemerintah, 14 % menjadi pedagang dan sisanya menjadi buruh serabutan. Kehidupan nelayan sangat bergantung kepada alam terutama cuaca yang tidak dapat diprediksi. Selain itu, menuut Pak Sato 50 tahun salah satu nelayan setempat keadaan alam dulu dengan saat ini sudah berubah, jumlah tangakapan ikan tak lagi sebanyak dulu selain karena faktor alam, banyaknya nelayan saat ini juga berpengaruh ditambah lagi nelayan dari luar yang ikut mencari ikan di daerah Kepulauan Seribu.

Sulitnya memperoleh air bersih juga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Pulau Panggang. Air tanah Pulau Panggang sudah tak lagi tawar melainkan payau bahkan cenderung asin. Masyarakat biasa membeli air dari RO dengan harga Rp8000,00 per galon yang digunakan untuk memasak dan minum. Kebutuhan air selalu dikirim dari RO untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan dimusim kemarau terdapat bantuan air bersih dari pemerintah yang dibagikan ke setiap RT yang ada di Pulau Panggang. Kebutuhan akan sembako seluruhnya dipasok dari Jakarta dan dijual kembali oleh pedagang kelontong, hal ini lah yang membuat harga bahan pokok di Pulau Panggang sedikit lebih mahal karena mempertimbangkan biaya transportasi dari Jakarta menuju Pulau Panggang.

Fasilitas di Pulau Panggang baik pendidikan dan kesehatan telah tersedia namun kondisinya kurang memadai. Pelayanan kesehatan di Pulau Panggang tersedia Puskesmas dan rutin diadakan Posyandu bagi balita sedangkan Rumah Sakit besar hanya ada di Pulau Pramuka. Untuk penyakit serius rumah sakit di Pulau Pramuka belum mampu menangani dan tak jarang harus dirujuk ke rumah sakit di Jakarta. Baiknya, pihak rumah sakit sudah menyediakan ambulance berupa kapal boat untuk membawa pasien antar pulau. Untuk pendidikan, di Pulau Panggang hanya ada 2 Sekolah Dasar yaitu 01 dan 03, selebihnya SMP dan SMA hanya ada di Pulau Pramuka.

Di Pulau Panggang kegiatan PKK dan Karang Taruna terbilang aktif mengadakan kegiatannya. Karang Taruna aktif mengadakan perlombaan untuk masyarakat Pulau Panggang sepeti lomba memasak, berenang antar pulau, voli dan sepak bola yang diikuti oleh seluruh masyarakat dari anak- anak sampai ibu- ibu.  Kegiatan tahunan yang paling dinantikan masyarakat Pulau Panggang adalah Gema Takbir yang berlangsung ketika menyambut hari lebaran. Lebaran inilah yang menjadi salah satu momen dimana masyarakat Pulau Panggang baik yang menetap maupun merantau berkumpul menjadi satu untuk merayakan lebaran bersama kerabat dan keluarga.

Lantas mengapa mereka memilih bertahan? Sudah merasa sejahterakah mereka?  Dengan kondisi seperti itu salah satu alasan yang membuat mereka enggan meninggalkan Pulau Panggang adalah karena kentalnya kekerabatan diantara penduduknya, kebanyakan masih memiliki hubungan saudara karena memang sejak dulu telah menetap di Pulau Panggang. Selain itu mereka berpikir jika pindah, mau kemana karena belum tentu nasib baik datang di tempat baru bahkan tak jarang lebih sulit. Sebagian kecil masyarakat Pulau Panggang mendefinisikan sejahtera ketika minimal mengenyam bangku SMP, fasilitas kesehatan memadai dan barang- barang dirumah lengkap. Namun sebagian lainnya beranggapan bagaimanapun kondisinya tetap akan selalu makan, kebutuhan pokok akan selalu dipasok, dan air akan selalu ada dan usahalah yang akan membuat mereka tetap hidup dan bertahan.