LITE Ujung Kulon “Lost In Exotic Adventure of Ujung Kulon”

Cerita Perjalanan Taman Nasional Ujung Kulon

        Liburan panjang semester ganjil telah tiba,yang dinanti-nantikan akhirnya kunjung datang,deburan ombak,lembutnya pasir,gelak canda serta tawa dan momen-momen indah penuh kebersamaan,LITE 2017

Kamuka Parwata fakultas teknik Universitas Indonesia kali ini mengadakan perjalanan operasional lingkungan hidup ke taman nasional Ujung Kulon.Peserta yang berjumlah 49 orang terdiri dari anggota KAPA FTUI,mahasiswa FTUI,mahasiswa Psikologi UI,mahasiswa universitas brawijaya dan mahasiswa universitas airlangga.

        Perjalanan yang dilaksanakan pada tanggal 23-27 Januari 2017,berisi materi studi pemukiman didesa taman jaya,observasi satwa liar cidaon,jungle trekking dipulau peucang.Ekosistem flora dan fauna yang diobservasi yaitu pohon kiara,kera,merak,babi hutan,banteng,dan rusa.Perjalanan kami dimulau dari kampus tercinta universitas indonesia menggunakan bis kuning UI.Lama perjalanan memakan waktu 4 jam dan harus dilanjutkan menggunakan perahu menuju pulau peucang selama 2 jam.Materi studi pemukiman yaitu sosiologi pedesaan mengangkat tema “Hubungan masyarakat desa taman jaya dan ujung jaya terhadap keberadaan Taman Nasional Ujung Kulon”.

      Kali ini banyak cerita yang bisa didapat dari perjalanan  LITE ini,cerita dari sudut pandang petugas TNUK,supir elf yang tinggal di desa Ujung Jaya,desa paling ujung pulau jawa.Berbatasan langsung dengan TNUK.Tempat wisata yang dituju yaitu pulau peucang,karang copong,tanjung lesung dan jungle trekking yang menakjubkan,karena dapat melihat babi hutan,kera,merak,dan rusa dihutan liar.Di Cidaon juga melihat banteng.Sedangkan badak bercula satu ada dizona inti,sedangkan kami ada dizona penyangga.Zona inti adalah zona yang ditempati oleh badak bercula satu. Tidak sembarang orang bisa masuk ke zona inti,karena perizinannya sangat ketat. Di pantai pulau Peucang,kami juga bermain dipasir pantai yang lembut.Serunya kami juga berusaha membuat kura-kura atau lambang kapa dari pasir.Akan tetapi,lucunya kura-kura yang kami buat kakinya terbalik. Keseruan bertambah saat kami mulai satu persatu menarik setiap orang kedalam air,kami juga membawa perahu karet dan mendayungnya disekitar dermaga

“Harapan Selalu Ada Bagi Orang Yang Selalu Berusaha”

Ditulis oleh :

Havel Trahasdani K-316-15

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *