Cerita Perjalanan WTN 2 Olahraga Air, Sungai Cisadane Bawah

 

 

Juma’t, 17 Februari 2017 pukul 22:30. Rombongan Welcome to Nature ke-2 dari Divisi Olahraga Air KAPA FTUI resmi diberangkatkan. Segala persiapan telah kami persiapkan dengan cukup matang dua minggu sebelum keberangkatan; mulai dari brainstorming, rapat, dan latihan rutin kami di Danau Teksas. Destinasi yang kami tuju adalah Sungai Cisadane Bawah. Sungai ini merupakan sungai yang tepat untuk melakukan kegiatan pengarungan; khususnya untuk yang ingin merasakan sensasi olahraga air dan aliran adrenalin yang luar biasa.

 Perjalanan kami tempuh selama kurang lebih 2 jam sampai desa Bantar Kambing. Jam menunjukkan pukul 00.20 ketika kami sampai di pos Sekretariat GMBI di depan Jembatan Rancabungur. Malam itu, kami mengeluarkan dan mempersiapkan segala peralatan untuk pengarungan keesokan paginya sebelum kami beristirahat malam.

Keesokan paginya, kami berangkat ke medan operasional pada pukul 07.00 dan tiba pukul 07.15. Kami melakukan pemanasan dan mempraktikan beberapa materi keselamatan selama pengarunganseperti cara renang pasif dan aktif, serta cara menggunakan safety ropesebelum kami memulai pengarungan. Pukul 09.30, kegiatan pengarungan Sungai Cisadane Bawah dimulai. Sungai ini memiliki gradien dan debit sungai yang sangat cocok untuk rafting, tidak terlalu tinggi namun juga tidak terlalu rendah. Jeram dan riam pada sungai Cisadane Bawah juga terkadang ada yang memacu adrenalin namun dirasa cukup pas untuk rafting. Walaupun sungai ini favorit untuk rafting dan jaraknya juga tidak terlalu jauh dari Jakarta, sungai ini masih memiliki kekurangan diantaranya adalah sungai ini sangat dekat dengan perumahan penduduk sehingga warna air sungai sudah berubah dan keruh. Kegiatan pengarungan yang sangat menyenangkan ini memakan waktu kurang lebih lima jam, namun kami beristirahat di tengah perjalanan sehingga memakan waktu hingga 6 jam. Puncak keseruan yang melatih konsentrasi dan kekompakan kami terjadi ketika kami melewati jeram naga dan jeram manis yang merupakan jeram dengan standing wave. Kurang lebih pukul 15.00 kami tiba di titik finish pengarungan, yaitu di Desa Caringin.

Hari Minggu pagi, pukul 05.00 WIB, kami sudah bangun dan mulai mengecek ketersediaan dan kelayakan peralatan mengarung. Waktu menunjukkan pukul 09.00 WIB saat rombongan kami memutuskan untuk pulang. Kami tiba di  Sekretariat Kamuka Parwata FTUI saat adzhan dzuhur. Perjalanan WTN 2 Olahraga Air merupakan perjalanan yang sangat menyenangkan dan memberikan manfaat bagi kami semua, khususnya dalam menambah wawasan pengarungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *