Cerita Perjalanan Musim Pengembaraan Pulau Pramuka

 

Seusai Musim Pengembaraan operasional, KAPA FTUI mengadakan Musim Pengembaraan Lingkungan Hidup. Kali ini, Pulau Pramuka menjadi destinasi kami. Tujuan dari MPLH tahun ini adalah untuk melakukan restorasi terumbu karang. Dengan persiapan diving sebelum masa MP dan rapat yang terbilang cukup singkat, kami berangkat. Kami berangkat dari sekretariat ketika waktu subuh tiba. Pelepasan diadakan dini hari karena kami harus mengejar kapal yang kami kira berangkat pukul 7 pagi. Namun ternyata, ketika kami sampai di Pelabuhan Kaliadem, kapal baru berangkat pukul 8 pagi. Lega memang… Mengapa? Karena kami baru sampai pukul 7 lewat.

Kapal mulai berangkat menuju tempat destinasi kami. Tenangnya ombak dan suara mesin menjadi pengiring perjalanan kami selama kurang lebih tiga jam. Sesampainya di pulau, kami berjalan menuju wisma tempat kami menginap. Wisma yang kami tempati terbilang cukup rindang, dengan pohon bakau di seberang wisma tersebut. Perasaan lelah menyelimuti tubuh kami dikarenakan perjalanan yang cukup lama. Namun, rasa lelah tidak menyulutkan semangat kami untuk mengikuti materi restorasi terumbu karang yang dibawakan oleh Bapak Agus. Materi yang disajikan cukup menarik. Nantinya, materi itulah yang akan kami terapkan saat restorasi terumbu karang keesokan harinya. Setelah materi usai, kami melakukan drilling diving di dermaga Pulau Pramuka. Tujuan dari drilling adalah agar kami mengingat materi yang pernah diajarkan saat latihan di kolam. Peserta terbagi menjadi dua shift. Ketika shift pertama mendapat giliran untuk melakukan drilling, shift yang lain asyik snorkeling. Senja datang dan menghentikan aktivitas kami. Kami pun bergegas menuju wisma. Rapat pertama tidak kami laksankan mengingat lelahnya kami di hari tersebut.

Hari yang dinantikan tela tiba.  Ya, hari ini kami akan menanam terumbu karang. Kami bergegas menuju Sea Garden dengan kapal yang telah kami sewa. Sebelum menanam terumbu karang, fragmen terumbu karang yang kami beli dipotong dan terumbu karang yang mengalami pemutihan dibuang. Ada 35 fragmen terumbu karang yang kami tanam. Namun, hanya Ginting, Aqil, dan Ibon yang diperbolehkan menanam terumbu karang karena dibutuhkan keahlian khusus untuk menanam terumbu karang. Peserta lainnya hanya diving dan snorkeling. Terumbu karang yang telah ditanam kemudian diberi name tag sesuai dengan nama orang yang telah mendonasikan uang untuk terumbu karang tersebut.

Selain menanam terumbu karang, kami juga melakukan pencerdasan kepada siswa SD. Kami membacakan dongeng tentang terumbu karang kepada mereka. Betapa lucunya mereka ketika diminta menceritakan kembali dongeng yang telah diceritakan. Ada yang sangat aktif di sesi tersebut, ada pula yang malu-malu untuk berbicara. Selain pencerdasan, tidak lupa juga kami melakukan kegiatan sosial pedesaan di Pulau Pramuka.

 

cerita : Jelita Ninda Qorina (K-330-17)

Fotografi : Fauzan (K-328-17)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *